Penyakit mematikan untuk sapi ternak

By | 19 Januari 2019

Jika ingin dilacak tentang penyakit pada ternak, tentu saja akan ada banyak jenis dan jenis penyakit yang dapat menyerang ternak ini. Namun, ada penyakit paling berbahaya pada ternak yang harus diwaspadai peternak, yaitu antraks.
Penyakit ini sangat berbahaya dan mematikan, bisa menyerang ternak dan juga bisa menular ke manusia. Antraks atau radang limpa adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bacillius anthracis.

Bakteri ini dapat ditularkan melalui kontak langsung, makanan atau minuman dan dengan bernapas. Semua level umur sapi dapat mengembangkan penyakit ini. Proses transmisi sangat cepat dan dapat ditransmisikan ke manusia.

Gejala atau tanda-tanda sapi antraks adalah sebagai berikut.

  • Suhu tubuh sapi sangat tinggi, sehingga demam tinggi, tubuh lemah dan bergetar.
  • Sapi mengalami kelelahan atau kesulitan bernapas dan mengi karena sapi mengalami masalah pernapasan serius.
  • Peradangan parah pada dada, leher, alat kelamin, dan seluruh tubuh sapi yang penuh bisul.
  • Terkadang darah keluar dari merah kehitaman melalui hidung, telinga, mulut, anus dan vagina sapi.
  • Kotoran cair sering dicampur dengan darah.
  • Jika seekor sapi mati karena antraks diautopsi, maka bagian limpa menjadi bengkak dan kehitaman.

Pencegahan yang dapat dilakukan peternak agar ternak terlindungi dari antraks dengan cara sebagai berikut.

  • Jaga kandang tetap bersih dan bersih.
  • Jangan memasukkan ternak dari daerah yang belum bebas dari kenaikan.
  • Pemberian vaksin terhadap antraks untuk sapi yang baru saja memasuki kandang.
  • Sapi divaksinasi dengan dosis 1 spora vaksin spora. Vaksinasi ini dilakukan setiap 6 bulan atau menggunakan serum anti-antraks dalam dosis 50-100 cc per kepala.

Jika sapi telah terserang antraks, peternak harus segera memberikan pengobatan sebagai berikut.

  • Sapi disuntik dengan antibiotik mendapatkan suntikan pinicillin. Dosis yang digunakan adalah 6.000-10.000 cc / kg berat badan sapi.
  • Segera pisahkan sapi yang sakit di kandang karantina.

Namun, jika sapi mati karena terserang penyakit ini, ia langsung terbakar. Pembakaran ini dimaksudkan untuk mencegah penularan penyakit ke hewan yang sehat. Setelah dibakar, sapi dikubur dalam lubang yang dalam karena bakteri antraks masih bisa hidup walaupun mereka terbakar dan dapat menginfeksi sapi lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *