Pakan yang tepat untuk anak sapi

By | 12 Oktober 2018

Memberi makan dan minum untuk anak sapi perah sangat penting. Salah dalam memberi makan dapat menyebabkan penurunan pertumbuhan, bahkan risiko kematian dapat meningkat.
Saat peternak sedang hamil, Anda bisa menyiapkan beberapa hal penting terkait makanan dan minuman yang disajikan. Perhatikan baik-baik setiap langkah sehingga cara yang benar dari susu sapi dapat diterapkan dengan sempurna.

Memberi kolostrum pada hari pertama hingga keempat setelah lahir

Hari pertama adalah hari yang sangat penting bagi kelangsungan hidup anak sapi (betis) apakah mereka akan tumbuh sehat, menjadi cacat, atau bahkan mati beberapa hari setelah dilahirkan. Untuk membuat anak sapi tumbuh maksimal, dari hari pertama setelah melahirkan anak sapi harus segera mendapatkan kolostrum dengan mengisap langsung dari ambing sang ibu. Sekitar 30 menit setelah lahir, kolostrum harus segera didapat pedet.

Setelah kolostrum pertama diberikan, pedet dapat diberikan secara berkala sebanyak 2 liter kolostrum setiap hari. Pada hari ke 2 hingga ke 4, memberi bisa dilakukan 3 kali dengan banyak memberi, mulai dari 1,5-2 liter. Pemberian kolostrum dalam 4 hari pertama akan menentukan apakah anak sapi dapat bertahan hidup atau tidak. Jika hadiah berjalan dengan lancar, anak sapi memiliki kemungkinan hidup

Kolostrum memberikan hari 5 hingga 12 minggu

Setelah melewati fase pertama yang sangat krusial dan cenderung mati, anak sapi akan terlihat lebih gesit dari sebelumnya. Pada fase ini anak sapi akan tetap diberikan susu dari induk sampai setelah sapih datang.

Pemberian susu ke anak sapi biasanya disesuaikan dengan berat badan. Untuk sapi perah, biasanya berkisar antara 8-10 persen dari beratnya dikalikan dengan satu liter. Misalnya, anak sapi dengan berat 50 kilogram akan mendapat susu 4-5 liter setiap hari. Pemberian susu dengan metode ini harus dilakukan sampai anak sapi berumur 2 bulan atau 8 minggu.

Setelah anak sapi memasuki bulan ketiga, fase penyapihan perlu dilakukan secara bertahap dengan mengurangi jumlah susu yang diberikan dan mulai memperkenalkan makanan pekat. Proses menyapih anak sapi harus dilakukan dengan baik sehingga bisa langsung mengonsumsi makanan padat untuk mempercepat pertumbuhan tubuh

Memberi makan lebih awal setelah disapih

Memasuki minggu ke-8 (bisa juga memasuki awal bulan ke-2) anak sapi harus diberi pengantar makanan padat seperti starter anak sapi. Pemberian ini digunakan untuk terapi sehingga anak sapi tidak terlalu bergantung pada susu dari peternak mereka.

Selain itu, memberi starter pedet juga akan memudahkan proses penyapihan dan betis bisa makan sendiri dan tumbuh menjadi besar. Penyapihan pada anak sapi dapat dilakukan setelah hewan ini mampu mengkonsumsi 0,5 hingga 0,7 kilogram konsentrat per kilogram berat badan setiap hari, atau jika beratnya telah mencapai 60 kilogram

Penentuan anak sapi muda di betis

Sampai usia 8-12 minggu, anak sapi akan diselidiki apakah bisa digunakan sebagai jantan dan betina penghasil betina Jika kriteria tidak dimasukkan, anak sapi akan dipisahkan dan digunakan sebagai anak sapi muda untuk dikonsumsi.

Biasanya sapi jenis ini akan mendapat banyak pakan sehingga bobotnya meningkat secara signifikan. Setelah beratnya mencukupi, anak sapi besar ini akan dijual dan digunakan untuk kebutuhan konsumsi daging sapi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *