Kiat untuk Bisnis Pembibitan Ayam Kampung

By | 31 Juli 2018

Meningkatnya jumlah orang yang bersaing untuk beternak ayam membuat semakin banyak benih berkualitas (DOC) dicari. Ini merupakan tantangan bagi petani dalam menyediakan benih ini dan merupakan bisnis potensial yang benar-benar luar biasa jika ditangani dengan serius.

 Peluang Usaha

Ayam buras masih menjadi primadona konsumsi masyarakat sehingga keberadaannya selalu dicari. Untuk dapat menyediakan ayam kampung, ketersediaan benih (DOC) diperlukan. Karena itu, ketersediaan bibit ayam asli harus dilakukan secara terus menerus sehingga tidak ada kekurangan benih. Jadi, bisnis pembibitan desa merupakan peluang yang bisa dimanfaatkan.

Memulai sebuah bisnis

  • Pilih lokasi yang ideal sesuai dengan karakteristiknya. Ayam kampung.
  • Siapkan kandang untuk induk jantan, induk betina, dan DOC.
  • Menyediakan peralatan untuk kandang, pakan, minuman, dan obat-obatan dan vaksin untuk ibu dan DOC.
  • Cari orang tua yang berkualitas. Induk betina mampu bertelur sebanyak 100-150 butir / tahun. Pengadaan telur tetas juga bisa didapat dari peternak lain.
  • Menyediakan mesin tetas berukuran 120 cm x 60 cm x 30 cm untuk mengerami 400 telur / unit.
  • Dalam satu tahun, setiap orang tua dapat menghasilkan 150 DOC dengan kelangsungan hidup 80%.

Rintangan atau kendala

  • Ketersediaan tukik ayam yang baik cukup sulit.
  • Membutuhkan perawatan yang baik, terutama untuk produksi bibit ayam asli dengan mesin tetas.
  • Daya tetas telur akan berkurang setelah 7 hari.
  • Masih ada beberapa penyedia telur ayam berkualitas.

Strategi

  • Kandang untuk pemeliharaan ayam kampung dibuat dengan kapasitas 4-5 ekor / m2. Untuk kandang kawin berukuran 1 mx 2 m dapat menampung 1 jantan dan 6-7 betina. Penutup DOC dalam bentuk kotak 1 m2 dan dapat menampung 40 hingga 45 bibit.
  • Inseminasi buatan / pernikahan suntik dapat diterapkan. Sperma dari 1 pria digunakan untuk 20 wanita.
  • Mesin tetas harus memastikan bahwa kondisinya baik dengan peralatan dan perlengkapannya. Lakukan pengasapan / pengasapan untuk mesin penetasan dan untuk telur yang akan menetas.
  • Telur tetas yang baik memiliki berat 40-45 g / butir atau 25 butir / kg dan berasal dari ibu berusia 25-55 minggu.
  • Suhu ideal untuk penetasan telur adalah 38,9 ° C dengan kelembaban 58-60%. Proses penetasan normal adalah 21 hari.
  • Bertelur dilakukan untuk membedakan telur yang dibuahi dan steril. Pemutaran dilakukan pada hari ke 7, 14, dan 18. Telur steril segera dikeluarkan dari mesin tetas.
  • Penyaringan telur dilakukan 3 kali sehari hingga hari ke 18.
  • Pakan harus mengandung protein 14-17% dan rasio energi 2.600 – 2.900 kkal / kg. Persyaratan pakan untuk ayam asli adalah 90-100 g / ekor / hari, sedangkan DOC adalah 10 g / ekor / hari.

Kunci kesuksesan

  • Dalam teknik pernikahan alami, bisa menerapkan pengobatan untuk menghilangkan masa inkubasi pada induk betina. Caranya adalah dengan merendam atau menyiram induk betina sebentar dengan air bersih. Setelah itu, sang ibu dapat kembali bertelur.
  • Penetasan telur tidak boleh mendekati hari ke-7 pemijahan karena memengaruhi daya tetas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *